Home Nasional Ratusan Warga Masih Hilang Sejak Invasi Armenia ke Azerbaizan Tahun 1990 Lalu

Ratusan Warga Masih Hilang Sejak Invasi Armenia ke Azerbaizan Tahun 1990 Lalu

Perang Eropa Timur

SHARE
Ratusan Warga Masih Hilang Sejak Invasi Armenia ke Azerbaizan Tahun 1990 Lalu

Caption Gambar: Seorang warga Azerbaizan menunjukan foto seorang keluarganya yang diduga hilang karena Perang, Senin (23/8/2021). (A. Fadilah-jakartatoday.co.id)

JAKARTATODAY.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 3.890 orang terdiri dari 3.171 prajurit dan 719 warga sipil Azerbaijan dilaporkan masih hilang setelah invasi militer Armenia dilakukan sejak tahun 1990 lalu.  

Hingga kini, Pemerintah Azerbaizan mencatat 267 warganya masih disandera dan belum dibebaskan pihak Armenia.  Mereka terdiri dari 29 anak anak, 98 wanita, dan 112 lansia. 

Selain tahanan perang, Pemerintah Azerbaizan mencatat selama perang berlangsung dan hingga saat ini ada 1.102 warganya yang telah dibebaskan. Mereka terdiri dari 224 anak-anak, 357 wanita, 225 lansia. 

Apa yang dilakukan Armenia jelas dilarang hukum humaniter Internasional dan melanggar ketentuan Konbensi Jenewa tahun 1949 tentang perlakuan terhadap tawanan perang dan orang sipil, serta protokol tambahan mereka. 

Seiring itu, relevan bila yang dilakukan Armenia sama dengan norma hukum humaniter internasional masuk dalam konteks hak asasi manusia yang dilindungi secara internasional.

Sebab para sandera memiliki hak untuk dilindungi dari penahanan sewenang-wenang, hak atas pengadilan yang adil yang memberikan semua jaminan peradilan, larangan penyiksaan dan perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan lainnya, larangan penghilangan secara paksa, hak-hak orang yang dirampas kebebasannya dan lain-lain.

Pihak Azerbaijan menilai apa yang dilakukan angkatan bersenjata Armenia sangatlah kejam selama perang berkecamuk. Mereka menilai Armenia menahanan warganya secara tidak sah, selain itu penyiksaan dan penghinaan terhadap martabat pribadi para sandera dan tawanan perang yang ditahan adalah bagian dari kebijakan sistematis hukuman kolektif dan diskriminasi terhadap orang Azerbaijan.

Hingga kini untuk melakukan itu, Komisi Negara untuk tawanan perang, sandera, dan hilang telah dibentuk Pemerintah Azerbaijan. Mereka bertugas mengidentifikasi masyarakat yang hilang. 

Dari sana terungkap bila para sandera Azerbaijan ditahan dalam kondisi yang mengerikan. Mereka bersama dengan tawanan perang lainnya dipindahkan dari satu tempat ke tempat penahanan yang lain, baik di wilayah Azerbaijan yang sebelumnya diduduki, maupun di wilayah Armenia.

Pemusnahan massal tawanan perang dan sandera Azerbaijan seringkali terjadi oleh angkatan bersenjata Armenia pada 1990-an. Anak-anak, wanita, dan orang tua dibunuh secara brutal.  

Adapula yang  meninggal  karena disiksa dan kondisi penyakit yang mengerikan. Karena mayat orang-orang yang sudah meninggal tersebut tidak diserahkan ke Azerbaijan, maka orang-orang ini masih dianggap hilang. 

Tulisan bersifat opini dari penulis yang merupakan pemerhati perang

(A. Fadilah/jakartatoday.co.id)